Sabtu, 21 September 2013

Sejarah Syair Budaya Sasak, "Kadan Nongak" !


Assalamu'alaikum Wr.Wb. sahabat Medi !! maaf nich belakang ini lagi sibuk-sibuk sampe belum sempat posting di blog.

mmm... sebenarnya ini postingan masih beta, sahabat Medi. artinya ini postingan buat pemanasan aja supaya lebih enjoy ke depannya untuk nge-post...

Oke, sahabat Medi.!! kali ini Mentor MS-Mediator mau bagi sejarah lagu daerah kelahirannya, di tanah "seribu masjid" sana (kan sekarang lagi domisili sementara di Makassar). sebelumnya, lets check it out liriknya...

LAGU “KADAN NONGAK” (LOMBOK)

Kadan nongak le’ kesambi’
Benang kata’ setekilan
Ado dende
Tajah onya’ de’ ne mati’
Payu sala’ kejarian
Ado dende
Mun Cempake si’ kembang sonda’
Sa’ sengake jari sahaba'
Ado dende

Sahabat Mediator, Kadan Nongak merupakan lagu daerah yang berasal dari suku sasak di daerah yang dikenal sebagai pulau “seribu masjid” tersebut, Pulau Lombok. Lagu ini merupakan bentuk syair nasehat yang kerap menjadi didikan terhadap anak-anak di tingkat sekolah dasar.

Asal muasal lagu ini berawal ketika seorang anak gadis (berasal dari keluarga Kerajaan Selaparang di pulau Lombok) yang tidak mendengar kata-kata kakaknya (beliau adalah seorang pangeran) sehingga mendapat ganjaran atas kesalahan yang diperbuatnya sehingga ibunya (Permaisuri raja) yang dilanda rasa iba mencoba menasehati sang buah hati dengan cara menyairkannya.


Lagu ini kemudian menjadi sangat populer beriring dengan tobatnya sang putri dan membudaya di masyarakat Lombok. Kini lagu tersebut telah menjadi salah satu lagu daerah yang termuat pada pelajaran Mulok (Muatan Lokal) sekolah tingkat dasar di Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Keren ga' sahabat Medi !! hehee... yang penasaran arti liriknya seperti apa, yuk betahin diri lagi buat baca posting selanjutnya...

Kadan Nongak artinya adalah kadal yang menghadap atas. terus Le' Kesambi' artinya di pohon kesambi' (berduri). Benang kata' artinya benang yang mentah (telah rapuh di makan usia). lalu Setekilan artinya satu gantung besar nan padat dan penuh.

Tajah Onya' artinya dinasehati dengan baik-baik. De' Ne Mati' artinya tidak mau mendengar. Payu Sala' Kejarian artinya sehingga terkena kualat.

Bait ketiga merupakan pantun yang akan mengantar pada nasehat terakhir yang berbunyi Sa' Sengake jari Sahaba' artinya (semestinya) yang lebih tua itu dijadikan sahabat, sehingga mesti di dengar nasihatnya.

Kemudian yang terakhir, Ado Dende adalah sebutan atau bahasa halus ala suku sasak untuk menegur seorang gadis dengan penuh kasih sayang.

Filosofinya, sahabat medi, sang putri, dalam hal ini, diunpamakan sebagai seorang kadal yang notabenenya ada di tanah (ya iyalah, kadal kan salah satu vertebrata di bumi ini, alias melata. hehehee). Namun, sang ratu memposisikan kadal yang bertahtakan pohon berduri itu menghadap ke atas, ia seolah angkuh dan acuh terhadap apa yang sedang ia pijaki.

begitulah, sang putri yang angkuh tidak menyadari dirinya bahwa sebenarnya tahta yang ia miliki adalah duri baginya yang berbuah kualat. tindakan putri yang tidak mendengar kata kakaknya membawa sang putri merasa tersisihkan di masyarakatnya sendiri.
"Seorang Kakak Mestinya Menjadi Sahabat bagi sang Adik" tutup sang ratu.
Nice, cukup sekian dulu, sahabat Medi !! Kalo ada pertanyaan silahkan tinggalkan di komentar atau di chatbox di sisi kanan atas (gambar bendera Indonesia).

Assalamu'alaikum Wr.Wb.

3 Komentar: